
Rembang – Manajemen PT Bina Putra Alam Persada terus bergerak menggalang dana dari sponsor, untuk menghidupi tim PSIR Rembang.
Penasehat PSIR yang juga Bupati Rembang Moh. Salim mengakui ada sekira 10 sponsor dibidik, tetapi semuanya masih dalam tahap penjajakan. Belum ada satupun yang sudah menyerahkan uang tunai, karena sponsor harus mempelajari semua materi kerja sama, terutama bentuk kompensasi.
Ia berharap segera ada jawaban memuaskan, karena bagaimanapun PSIR sudah mulai merintis hidup mandiri, tanpa menggantungkan anggaran daerah. Moh. Salim memprediksi pada tahun pertama ini akan terasa cukup berat, karena ibarat bayi, baru belajar merangkak. Banyak dana yang tersedot untuk menutupi berbagai kekurangan disana sini, sehingga kemapanan sebuah PT, baru terasa saat memasuki tahun ke 3 atau ke 4.
Manajemen masih menunggu kepastian informasi dari PSSI, terkait sistem kompetisi. Nantinya baru bisa dihitung berapa kebutuhan dana, tetapi jika sama persis seperti musim divisi utama tahun lalu, maka setidaknya menyedot anggaran minimal Rp 6 miliar.
Moh. Salim menambahkan selain sponsor, PT Bina Putra Alam Persada sudah diperintahkan untuk menyusun konsep menambah pendapatan dari tiket penonton. Sekarang pagar depan Stadion Krida Rembang ditinggikan dengan pagar besi, tujuannya mengurangi jumlah penonton tanpa tiket. Memungkinkan pula harga tiket naik, tetapi besarannya masih digodok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar