
Embung di desa Sidomulyo Kec. Kaliori yang termasuk sasaran proyek rehabilitasi.
Rembang – Menghadapi musim penghujan, pemerintah kabupaten Rembang merehab 19 lokasi embung skala kecil. Paling banyak tersebar di Kec. Kaliori, sedangkan sisanya berada di Kec. Sumber, Sulang, Rembang Kota, Gunem dan Bulu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang, Sinarman berharap nantinya embung akan mampu menampung air hujan lebih banyak, karena areanya diperluas, paling tidak mencapai ukuran 500 meter persegi.
Rehab embung ini difokuskan ke desa rawan bencana kekeringan, masing masing memperoleh anggaran Rp 100 juta, bersumber dana tingkat provinsi Jawa Tengah.
Tak hanya embung kecil, tahun ini pemerintah juga menyelesaikan rehab embung di desa Telgawah Kec. Gunem, dengan anggaran lebih dari setengah miliar rupiah. Beruntung, Balai Besar Sungai Pemali Juwana ikut membantu peningkatan infrastruktur, mereka fokus menata embung desa Sekarsari Kec. Sumber, setelah digelontorkan dana Rp 1,6 miliar.
Sinarman menambahkan pihaknya mengintensifkan koordinasi lintas instansi, terutama dengan Dinas Pertanian Dan Kehutanan, agar ke depan jumlah embung diperbanyak.
Embung terbukti sangat membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air bersih dan menopang pengairan lahan pertanian.
Sementara itu Puji Santoso, anggota Komisi Bidang Pembangunan DPRD Rembang mengatakan embung termasuk salah satu solusi mengurangi dampak kekeringan. Ia mengingatkan masyarakat harus ikut merawat dengan menambah penghijauan sekitar embung. Akan lebih baik kalau banyak pohon, nantinya memunculkan sumber mata air baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar