Senin, 26 September 2011

Jangan Reaktif


Petugas Polres Rembang melakukan sterilisasi gereja GPIH Mahanaim Jl Kartini Rembang.

Rembang – Polisi di Jawa Tengah siaga I, termasuk di Kab. Rembang, setelah kasus ledakan bom gereja Kepunton Solo. Mereka sejak Minggu sore, langsung melakukan sterilisasi gereja.

Gabungan anggota Polres dan Kodim Rembang mengamankan kegiatan kebaktian di sejumlah gereja, meliputi gereja Bethani di pinggir Jl Diponegoro, GPIH Mahanaim utara Perempatan Jaeni dan gereja Jl Dr Wahidin. Setengah jam sebelum kebaktian, polisi terlebih dahulu menggunakan alat pendeteksi logam, menyisir seluruh lingkungan gereja, guna memastikan tidak ada bahan peledak.

Begitupun dengan pengunjung gereja, semuanya melewati pemeriksaan ketat. Kaur Binops Samapta Polres Rembang Ipda Mohammad Imron mengatakan hal ini sebagai bentuk antisipasi aparat, agar kasus bom bunuh diri dengan sasaran gereja di kota Solo, tidak terulang lagi.

Salah satu jemaat gereja Mahanaim asal dusun Kedungdoro Leteh Rembang, Daniel Sutopo berharap supaya pengamanan seperti ini dilakukan rutin setiap ada peribadatan.

Kalau hanya sebagai tindakan reaktif saja, justru tidak akan efektif dan mudah dipelajari para pelaku teroris.

Daniel juga mengutuk keras aksi bom bunuh diri, apalagi mengatasnamakan agama. Ia yakin semua agama mengajarkan kebaikan, tanpa harus menyakiti meski berbeda keyakinan.

Tidak ada komentar: