Senin, 26 September 2011

Korban Sampah


Sejumlah siswa MAN Rembang Senin siang menutup hidungnya, karena terganggu oleh tumpukan sampah di sisi timur sekolah.

Rembang – Pengurukan tanah dengan menggunakan sampah membuat pihak sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rembang cemas. Tumpukan sampah di sisi timur sekolah tersebut, sudah mengganggu konsentrasi belajar siswa. Bahkan hari Senin, kegiatan tes setengah smester di empat kelas terpaksa harus dipindahkan ke ruangan lain.

Masing masing siswa dari kelas XI Ipa 1, Ipa 2, Ipa 3 dan kelas XI Agama yang berada paling dekat dengan tumpukan sampah.

Salah satu siswi MAN Rembang, Nurcita mengaku bau busuk biasanya mulai terasa diatas pukul 10 pagi. Lebih lebih ketika angin bertiup kencang, siswa semakin tidak nyaman menerima pelajaran. Sebagian diantaranya menutup hidung, untuk mengurangi dampak polusi udara.

Humas Madrasah Aliyah Negeri Rembang Puji Surtiningsih menyatakan tak hanya bau busuk, kini lingkungan sekolah juga banyak lalat.

Kondisi kian parah, manakala sehabis hujan. Pihaknya sudah pernah memprotes langsung kepada pekerja di tempat pembuangan sampah, tetapi belum ada tanggapan serius. Justru sampai dengan hari ini, masih ada hilir mudik kendaraan melakukan aktivitas pembongkaran sampah.

Ia menyadari pengurukan tanah dengan sampah memang tergolong murah, tetapi kalau sudah mengorbankan aktivitas pendidikan, maka harus segera ditinjau ulang.

Belum ada pejabat berwenang yang mau memberikan keterangan seputar pembuangan sampah di timur MAN Rembang.

Seorang pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang menuturkan tak hanya sampah, tetapi juga sisa sisa bekas kebakaran pasar Rembang yang ikut dibuang ke lokasi tersebut. Ia hanya mengikuti perintah, tanpa mengetahui alasan atau langkah langkah penanganan, apabila muncul keluhan.


Tidak ada komentar: