
Kapolsek Sumber meminta keterangan kepala sekolah MTS Miftahul Ulum Krikilan, Senin pagi.
Sumber – Gara gara terpancing isyu, belasan warga desa Kedungtulup Kec. Sumber siap tempur dan berjaga jaga di jalan masuk desa, dengan membawa penthungan kayu.
Awalnya, masalah cek cok melibatkan siswa satu kelas di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum desa Krikilan. Seorang siswa laki laki asal desa Kedungtulup diduga menyakiti siswi dari desa Ronggo Wetan Kec. Sumber, setelah keduanya sempat saling ejek.
Keluarga siswi merasa tidak terima, sehingga meminta pertanggungjawaban. Kepala Sekolah MTS Miftahul Ulum Kasmuri menyatakan sebenarnya pihak sekolah sudah memfasilitasi, agar masalah tersebut berujung damai.
Tetapi entah kenapa, justru ada isyu antar warga kedua desa akan saling serang, sehingga memicu keresahan.
Sekira pukul 00.30 Senin dini hari, anggota Polsek Sumber dibantu Unit Patroli Polres Rembang akhirnya berhasil menyarankan kerumunan massa warga Kedungtulup untuk membubarkan diri.
Kapoilsek Sumber AKP I Made Hartawan menghimbau supaya jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai mengarah tindakan anarkhis. Justru yang rugi warga sendiri. Lebih baik kalau memang ada ketidakcocokan, dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah.
Hari Senin, Polsek Sumber memanggil perwakilan sekolah MTS Miftahul Ulum Krikilan, kemudian kepala desa Kedungtulup Kasiran dan Kepala Desa Ronggo Wetan, Ali untuk membahas kelanjutan cek cok antar siswa. Diharapkan setelah duduk bersama, tidak ada lagi benih benih perselisihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar