Kamis, 29 September 2011

Pemulung Protes


Alat berat meratakan tanah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Landoh.

Rembang – Kelompok pemulung yang biasa beroperasi di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) desa Landoh Kec. Sulang melancarkan protes, setelah jumlah sampah menurun tajam.

Hal itu disebabkan kebijakan Dinas Pekerjaan Umum yang mengalihkan pembuangan sampah ke belakang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rembang dan juga ke pinggir pantai Kalianyar Kec. Kaliori.

Ngatri, salah satu pemulung TPAS Landoh mencoba langsung bertanya dengan petugas pengangkut sampah.

Ia sempat mendengar kalau sampah digunakan untuk menguruk tanah dekat komplek perumahan Tegal Tirani Permai milik seorang tokoh pejabat teras. Ngatripun sangat menyayangkan langkah tersebut, karena berdampak langsung terhadap penghasilan para pemulung yang menggantungkan hidup dari bau busuk sampah.

Jika seminggu biasanya memperoleh penghasilan Rp 50 ribu, tetapi sekarang semakin berkurang. Sampah sedikit saja, untuk rebutan puluhan pemulung. Menurutnya kalangan pejabat layak memikirkan nasib masyarakat kecil, jangan terus terusan dikesampingkan, hanya untuk memuluskan keinginan pribadi.

Beberapa waktu lalu, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang memastikan tetap akan membuang sampah ke areal tambak yang terletak di antara perumahan Tegal Tirani Permai dengan gedung sekolah MAN Rembang.

Setelah menuai kritikan dari kalangan MAN Rembang yang terganggu polusi udara, kini giliran pemulung yang berteriak melontarkan kekesalannya.


Tidak ada komentar: