Embung Jatimudo mengering.
Sulang – 781 pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) di Kec. Sulang semakin susah menghadapi dampak musim kemarau. Mereka yang tersebar di desa Sulang, Landoh dan sekitarnya kerap kali tidak mendapatkan suplai air bersih secara normal.
Sugiyo, salah satu pelanggan PDAM di desa Landoh mengungkapkan air yang diterima tidak lancar akhir akhir ini. Kalaupun ada air, hanya bisa untuk kebutuhan mandi dan mencuci, lantaran agak keruh.
Sedangkan untuk memenuhi air minum dan memasak, Sugiyo membeli air kajar Rp 3 ribu, setiap pikul dua jirigen. Ada pula warga yang terpaksa keluar dari daftar pelanggan PDAM, kemudian beralih membuat sumur bor sendiri.
Dikonfirmasi mengenai masalah ini, petugas tekhnik PDAM Unit Sulang, Sumadiyono mengakui bahwa debet air Embung Jatimudo semakin menipis, padahal embung tersebut satu satunya andalan untuk memasok kebutuhan air bagi pelanggan.
Berulang kali ada warga yang datang melayangkan protes, pihaknya sebatas memberikan penjelasan. Jalan satu satunya untuk memulihkan pelayanan adalah menunggu musim penghujan tiba.
Sumadiyono menambahkan sudah seminggu terakhir, PDAM Unit Sulang mulai melakukan penggiliran suplai air, agar mampu bertahan sampai bulan November mendatang.
Ia memperinci antara pukul 04 pagi sampai dengan 04 sore, air digelontorkan menuju ke desa Landoh, keesokan harinya pada jam yang sama, giliran air dikirim ke desa Sulang dan sebagian Kemadu.
Air embung tidak bisa dipaksakan untuk pengiriman air secara bersama sama, karena dikhawatirkan akan cepat habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar