
Penggali sumur menemukan bangunan bersejarah di sebelah selatan Pasujudan Sunan Bonang.
Lasem – Berniat menggali sumur, warga di desa Bonang Kec. Lasem menemukan bangunan yang diduga peninggalan sejarah. Belum bisa dipastikan apakah bentuknya candi atau benteng, karena sampai hari Kamis, proses penggalian masih terus berlangsung.
Awalnya Sumarsono (45 tahun), warga desa Bonang akan menggali sumur, untuk mengairi tanaman pepaya yang terancam mati kekeringan. Kebetulan sudah beberapa tahun terakhir, dirinya menjadi penggarap di lahan milik H. Jumaedi. Ia kemudian menggali tanah sisi selatan perkebunan, lokasinya hanya berjarak 100 meter sebelah selatan Pasujudan Sunan Bonang.
Saat penggalian hari ke lima sekira kedalaman satu meter, tiba tiba cangkulnya membentur batu bata. Sumarsono mengetahui ada tumpukan batu bata tersusun rapi. Ia meminta bantuan tetangganya untuk melanjutkan penggalian, karena merasa penasaran.
Tak ada firasat apapun, tetapi Ki Sumar, demikian warga biasa memanggil, mengaitkan dengan mimpinya beberapa waktu lalu, ada yang memerintahkan untuk membuat dua sumur di tempat tersebut.
Bentuk batu bata ukurannya lebih besar dan tebal, sangat jauh berbeda dengan batu bata buatan sekarang. Sukarlim, warga desa Bonang menduga bangunan itu merupakan sisa sisa peninggalan zaman Majapahit, terutama pada waktu Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Sukarlim menambahkan waktu penggalian diprediksi memakan waktu cukup lama. Selain karena hanya melibatkan dua orang, warga menggunakan cara cara manual. Belum lagi sumber mata air yang keluar terus bertambah, penggali sesekali harus mengeringkan air, untuk melanjutkan pengerukan tanah. Mereka berharap supaya pemerintah kabupaten Rembang dan pihak pihak terkait, segera turun mengecek keberadaan bangunan di bawah tanah itu.
Ketua Masyarakat Sejarahwan Indonesia, Edi Winarno berjanji akan berkoordinasi dengan Balai Arkeologi, untuk menjadwalkan penelitian di Bonang. Tetapi saat ia melihat lokasi, Edi memperkirakan bangunan tersebut adalah makam peninggalan zaman Majapahit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar