
Sejumlah warga asyik mengobrol di bawah pohon ketapang, kompleks pemakaman umum Krapyak, Selasa pagi.
Rembang – Makam Krapyak Sidowayah dan Makam Kabongan Kidul Rembang akan disulap menjadi kawasan hutan kota.
Lurah Sidowayah Rembang, Sutono mengungkapkan pihaknya semula mengusulkan agar bibit tanaman minimal setinggi dua meter, tetapi ternyata bibit yang disiapkan rata rata setinggi satu meter.
Ia beralasan kalau tanaman pendek, akan rawan dibabat para pencari rumput, karena mengira tanaman liar. Hal itu berdasarkan pengalaman tahun 2007 silam, saat ada program penghijauan bersama LSM pecinta lingkungan.
Pihak kelurahan sudah menyampaikan kepada gabungan kelompok tani di Sidowayah agar nantinya ikut menjaga keberadaan tanaman, karena bisa memberikan banyak manfaat.
Jika puluhan tahun mendatang, kondisi makam Krapyak hijau dan teduh, maka para peziarahpun merasa lebih nyaman.
Kepala Desa Kabongan Kidul, Rukhani juga mendukung program tersebut. Menurutnya, waktu penanaman tidak perlu buru buru, menunggu kalau nanti sudah memasuki musim penghujan.
Sementara itu Prasetyo, selaku ketua tim penyusun program dari Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang mengakui upaya mengoptimalkan makam Krapyak dan makam Kabongan Kidul untuk hutan kota, merupakan sesuatu yang baru, ditengah tengah keterbatasan areal lahan. Kedua makam tersebut memiliki luas lebih dari 10 hektar.
Tahap pertama sedikitnya ada empat ribuan bibit pohon akan ditanam, meliputi ketapang, sawo kecik, glodokan dan pohon tanjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar