Minggu, 02 Oktober 2011

Rastim : Kami Tidak mencuri

Baling baling yang diambil kelompok penyelam Rastim cs.

Rembang – Kelompok penyelam yang mengambil baling baling raksasa di pesisir pantai utara Rembang, membantah telah melakukan pencurian. Mereka menganggap hanya memanfaatkan rongsokan besi tua di dasar laut, peninggalan masa perang lalu.

Kelompok penyelam ini dikoordinir oleh Rastim, nelayan asli Karawang Jawa Barat yang sudah lama menetap di desa Gegunung Wetan Kec. Rembang Kota. Ia sengaja mengajak sejumlah penyelam dari Karawang, karena rencana pengambilan baling baling sempat ditentang nelayan Gegunung Wetan.

Rastim kepada Reporter R2B menuturkan barang tersebut tidak bertuan dan belum ada kepastian bernilai sejarah atau tidak, sehingga menurutnya sah sah saja apabila diangkat ke darat untuk dijual kembali, sama halnya seperti pemulung pencari besi tua. Kalau nantinya akan diproses pihak keamanan laut, Rastim siap menjelaskan.

Rastim menambahkan baling baling berada sangat jauh dari bangkai kapal tenggelam. Untuk pengangkatan menggunakan cara seperti pada waktu pengambilan dua jangkar raksasa beberapa waktu lalu.

Minggu siang, baling baling seberat hampir 9 kwintal tersebut ditarik dengan alat derek seadanya menuju pinggir pantai. Ombak yang surut menyulitkan proses evakuasi. Sejak ditemukan hari Sabtu, pengangkatan baling baling berlangsung lebih dari 12 jam.

Suasana pantai desa Gegunung Wetan tampak lain dari biasanya. Jika penemuan dua jangkar raksasa, masyarakat kompak membantu, tetapi kini mereka hanya melihat dari kejauhan saja. Sebagian besar nelayan sejak awal memang tidak setuju pengambilan baling baling, karena menganggap dapat berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan.



Tidak ada komentar: