Deretan lampu di dermaga sisi barat pelabuhan Tasikagung Rembang.
Rembang – Sudah lebih dari sebulan, lampu penerangan di dermaga pelabuhan Tasikagung Rembang mati. Akibatnya tempat tersebut semakin menjadi primadona untuk berpacaran, bahkan diduga sering mengarah pada tindakan mesum. Papan peringatan cegah asusila dari takmir masjid setempat, kini hanya menjadi pajangan semata, tanpa bisa terbaca pada malam hari.
Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menyatakan pelabuhan Tasikagung terbuka didatangi siapa saja, termasuk bagi mereka yang ingin bersantai menikmati keindahan pantai. Tetapi ia menyesalkan matinya penerangan lampu di dermaga bagian barat, tak pernah mendapatkan perhatian serius. Berulang kali menyampaikan kepada instansi terkait, namun kenyataannya lokasi tersebut masih gelap gulita. Sunarto mengakui pihak desa merasa keberatan, jika daerahnya dikotori dengan perbuatan seronok, yang umumnya merupakan pengunjung dari luar desa.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kab. Rembang Agus Supriyanto menegaskan bahwa pemeliharaan lampu di dermaga pelabuhan sisi barat menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika. Menurutnya masih ada tumpang tindih penanganan perbaikan lampu, karena banyak instansi yang terlibat. Ia mencontohkan pemeliharaan lampu taman kota masuk ranah Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan lampu di sekitar tempat pelelangan ikan dibebankan kepada Dinas Kelautan Dan Perikanan.
Agus mengungkapkan pihaknya pernah mengusulkan agar pemeliharaan lampu penerangan ditangani satu pintu melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral untuk efektivitas, tetapi sampai sekarang belum disetujui Bupati.
Meski demikian antar instansi tetap menjalin komunikasi saat mengatasi kerusakan lampu. Ia sudah menyampaikan keluhan dari desa Tasikagung kepada Dishubkominfo, diharapkan dalam waktu dekat segera diperbaiki. Bagaimanapun Tasikagung sebagai Kawasan Bahari Terpadu, menjadi ikon utama program kota pantai unggulan (Sea Front City).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar