Seorang pemilik usaha penjualan air di desa Karangsekar Kec. Kaliori.
Kaliori – Masalah pengambilan sumber air di desa Karangsekar Kec. Kaliori memancing ketegangan.
Sebelumnya, empat orang warga desa Karagsekar mengebor sumber air untuk dijual kembali kepada pihak luar. Tetapi belakangan menuai protes sebagian masyarakat, karena mereka menganggap telah berdampak menurunnya debet air sumur warga sekitar.
Kepala Desa Karangsekar Kec. Kaliori Sugiharto mengatakan Jumat malam pemerintah desa mempertemukan ratusan warga dengan penjual air, masing masing Puji Santoso, Setuhadiharjo, Juri dan Sukarjan.
Jalannya forum di Balai Desa sempat memanas, karena tarik ulur pendapat. Keputusan pada akhir pertemuan yakni komersialisasi sumber air bawah tanah untuk sementara dihentikan, guna menjamin tersedianya pasokan air masyarakat. Jika sudah memasuki musim penghujan, pengusaha dipersilahkan beroperasi kembali.
Tetapi kalau nantinya masih saja ada yang mencuri curi kesempatan menjual air, Sugiharto menyatakan tidak akan bertanggung jawab terhadap segala resiko.
Sementara itu salah satu penjual air, Setuhadiharjo menawarkan opsi jalan tengah.
Pada hari hari biasa ia menjual air rata rata 6 tangki, per tangkinya seharga Rp 15 ribu. Ia berharap jangan dilarang total, karena sudah banyak keluar modal untuk membeli peralatan, lebih lebih sumurnya berada di atas tanah pribadi. Setu siap apabila penjualan air dikurangi, tetapi wacana tersebut langsung ditolak.
Kini terpaksa harus mematuhi hasil rapat, meski menurutnya bukan sebuah solusi terbaik.
Komersialisasi air yang mengundang pro kontra juga pernah terjadi di desa Kasreman Kec. Rembang Kota.
Wakil Ketua DPRD Rembang, Suwanto menyarankan pemerintah kabupaten harus segera turun tangan. Bagaimanapun masalah air menjadi sangat rawan pada musim kemarau seperti sekarang.
Ia berharap ada tim khusus bertugas menengahi setiap masalah, termasuk mengkaji lebih jauh, apakah keberadaan sumur bor yang airnya dijual, menyedot titik sumber lainnya ? Kalau sudah ada data resmi, maka antar warga tidak akan saling menyalahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar