Polisi mengecek kerusakan bus Jaya Utama.
Lasem – Gara gara menyerempet warga, Bus Jaya Utama menjadi sasaran amuk massa, Jumat malam. Polisi menunggu situasi mereda, baru bisa mengevakuasi bangkai bus.
Kecelakaan terjadi di jalur Pantura desa Bonang, Kec. Lasem sekira pukul 20.00 wib. Sebelumnya bus Jaya Utama bernomor polisi L 7047 UW dikemudikan Kusnan (35 tahun) warga desa Tulungrejo Slorokdoko Blitar Jatim, saling berkejaran dengan bus Indonesia. Sesampainya di perkampungan padat penduduk desa Bonang, bus Jaya Utama berusaha menyalip dari sisi kanan. Naas, bus menyerempet seorang ibu, Eka Purwati (24 tahun) dan anaknya Yahya Nur Hanafi (5 tahun), yang bermaksud akan menyeberang jalan.
Kedua korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang. Namun karena mengalami luka ringan, korban diperbolehkan pulang.
Sedangkan massa yang terlanjur emosi, langsung melakukan pengrusakan, bahkan nyaris membakar bus. Penumpangpun cepat cepat turun, merasa ketakutan.
Kepala Desa Bonang Kec. Lasem Syaeful Sodiqin mengatakan ia beserta sejumlah tokoh masyarakat, terlebih dulu menyelamatkan sopir bus, seraya terus menenangkan warga. Massa yang semula akan menjungkirkan badan bus, mau mengurungkan niatnya.
Polisi tak bisa berbuat banyak, karena jumlah massa semakin ramai. Aparat hanya berjaga jaga di sekitar lokasi, sambil mengatur arus kendaraan yang melewati jalur Pantura.
Setelah dipastikan korban kecelakaan selamat, warga membubarkan diri. Polisi bersama petugas Dishubkominfo, selanjutnya menarik bus dengan menggunakan mobil Derek, untuk proses lebih lanjut. Kanit Laka Satlantas Polres Rembang Ipda Mohammad Syuhada menghimbau agar setiap peristiwa kecelakaan, diserahkan penanganannya kepada kepolisian. Kalau terus terusan main hakim sendiri, jelas hal itu bertentangan dengan aturan hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar