Rabu, 28 September 2011

Harus Tergusur

Deretan warung di depan rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang.

Rembang – Sekira 16 orang pemilik bangunan di depan rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang harus siap siap tergusur, setelah lokasi tersebut akan dibangun komplek perumahan dan pertokoan.

Bangunan paling banyak adalah warung nasi, sisanya tambal ban dan toko yang berjualan aneka kebutuhan sehari hari. Mereka mengandalkan pembeli dari pengunjung rumah sakit, apalagi Jl Pahlawan tergolong jalur mati, sehingga kalau malam cukup sepi.

Salah satu pemilik warung nasi, Sri Mulwati mengungkapkan dirinya membuka usaha lebih dari 30 tahun di depan rumah sakit. Setiap tahun ia membayar uang sewa sebesar Rp 2 juta kepada pemiliknya.

Lantaran akan ada perombakan total, Sri hanya bisa pasrah. Kemungkinan kalau kios sudah jadi, dirinya ingin ikut membeli kios, untuk tetap mendapatkan penghasilan.

Pemilik warung lain, Jamini warga desa Kabongan Kidul berharap kepada pihak pengembang, tidak langsung melakukan penggusuran.

Ia bingung jika harus pindah. Jamini juga berencana membeli satu kios, meskipun harganya sangat mahal, antara Rp 260 sampai dengan Rp 460 juta, sesuai dengan brosur yang telah diterima.

Ia memilih harga kios termurah, yakni ukuran 3,5 x 8 meter. Uang tanda jadi sudah diserahkan, sedangkan penyerahan uang muka sebesar Rp 48 juta dan tata cara sistem angsuran, menunggu kabar selanjutnya.

Hari Kamis, alat berat masih melakukan pemerataan tanah. Beberapa pekerja dari PT Tri Biconts Pratama mengatakan untuk sementara tidak menggusur para pedagang, karena pengembang akan mendahulukan pembangunan perumahan.

Kalau sudah jadi, baru membersihkan deretan warung warung di pinggir jalan, yang nantinya akan beralih fungsi untuk kios dan Ruko.



Tidak ada komentar: