Gelandangan yang melawan, diamankan petugas Satpol PP.
Rembang – Razia gelandangan pengidap gangguan jiwa hari Selasa diwarnai aksi kejar kejaran dan perlawanan. Bahkan anggota Satpol PP nyaris diserang dengan menggunakan batu serta penthungan kayu.
Awalnya tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Satpol PP dan kepolisian melintasi jembatan Karanggeneng Rembang. Waktu itu berhenti, karena melihat ada gelandangan psikotik jalan kaki. Saat akan ditangkap, pria berambut gimbal dan tidak bercelana itu langsung mengambil batu, kemudian kabur menuju bawah jembatan.
Tetapi akhirnya petugas bisa menangkap gelandangan tersebut, setelah mengepung dari sejumlah sisi.
Salah satu anggota Satpol PP Edi Purdayanto mengatakan pihaknya harus berhati hati. Lengah sedikit saja, gelandangan psikotik yang mengamuk, bisa saja membahayakan keselamatan jiwa petugas. Ketika gelandangan dinaikkan ke atas mobil, terpaksa ditali tangannya, agar tidak memberontak.
Selain menyisir jalur Pantura, tim gabungan juga mendatangi alun alun, kawasan stasiun dan area sekitar pasar.
Sedikitnya enam orang gelandangan psikotik terjaring razia. Mereka dibawa ke kantor Dinkessosnakertrans untuk dimandikan, kemudian dikirim ke panti rehabilitasi Tuna Laras Besi desa Kedungrejo.
Kepala Bidang Pelayanan Rehablitasi Sosial Dan Jaminan Sosial Dinkessosnakertrans, Drh. Emi mengatakan panti terdekat masih bisa menampung, sehingga tidak perlu jauh jauh ke luar kota.
Sementara itu anggota Komisi Bidang Kemasyarakatan DPRD Rembang Dr. Rohmat Isnaeni menduga masih terjadi saling buang antar daerah. Ia berharap ada penanganan lebih serius, sehingga jumlah gelandangan psikotik yang berkeliaran di jalan, mampu ditekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar