Menggunakan perahu nelayan, petugas gabungan mendatangi kapal pembawa besi baling baling, Sabtu siang.
Rembang – Petugas gabungan dari TNI Angkatan Laut dan kepolisian hari Sabtu menyergap sebuah kapal yang diduga mencuri baling baling besi dari kapal tenggelam peninggalan perang zaman Jepang.
Kapal berisi 5 orang ABK, ada nelayan Rembang, tetapi sebagian merupakan penyelam luar daerah.
Usai beraksi, mereka menarik baling baling dengan kapal ke pinggir laut. Belum sampai tujuan, kapal justru kandas. Saat itulah petugas gabungan datang menumpang perahu nelayan, langsung memeriksa seisi kapal. Namun posisi baling baling tidak terlihat, karena berada di dasar laut. Diangkatpun tidak akan kuat, karena ukurannya sangat besar. Keinginan untuk mengambil foto batal, sehingga aparat kembali ke pinggir.
Komandan Pos TNI Angkatan Laut Kamla Rembang Peltu Bakri mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat, kemudian langsung bergerak.
Kalau sudah dievakuasi, menurut rencana baling baling akan diamankan ke kantor Kamla Tasikagung, untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pencurian besi bangkai kapal yang tenggelam sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Bahkan menarik perhatian komplotan pencuri dari Karimunjawa Jepara dan Juwana Pati.
Nelayan setempat kerap memergoki, karena lokasi kapal tenggelam hanya berjarak 8 mil atau 15 kilo meter dari bibir pantai.
Salah satu tokoh nelayan desa Gegunung Wetan Kec. Rembang Kota Kartono menganggap keberadaan kapal sudah berubah seperti batu karang. Lokasi tersebut sangat bermanfaat bagi nelayan, karena menjadi pusat perkembangbiakan ikan. Kalau terus terusan dicuri, wajar jika masyarakat nelayan resah. Hasil tangkapan yang sudah menurun, akan semakin anjlok.
Kartono berharap semua pihak bersama sama melindungi bangkai kapal tenggelam. Sebagian orang bisa saja menganggap hanya sampah, tetapi bagi nelayan sudah termasuk barang berharga untuk kelangsungan sumber ekonomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar