Hutan rakyat di pegunungan Panggang terbakar.
Sedan – Pegunungan Panggang di perbatasan antara desa Kumbo dan Dadapan Kec. Sedan, Sabtu malam terbakar. Setidaknya empat hektar lahan yang berisi pohon jati, pisang dan tanaman cengkeh mengalami kerusakan. Api kali pertama diketahui oleh para pencari rumput sekira pukul tiga sore, kemudian menjalar sangat cepat, bahkan kian membesar saat malam hari.
Warjani, salah satu warga desa Kumbo mengatakan banyak daun jati kering berserakan, mengakibatkan titik api bertambah. Penduduk sekitar hanya memantau dari kejauhan. Menurutnya api sulit dipadamkan, karena medan lokasi cukup berat.
Reporter R2B malam itu berusaha mendekati titik api. Memang benar, kami harus berjalan kaki naik perbukitan terjal, dengan kemiringan hampir 90 derajat. Beberapa kali nyaris terpeleset, karena batu yang menjadi pijakan tertutup oleh lebatnya rumput dan daun jati kering. Bantuan alat penerang serta sepeda motor yang sengaja kami nyalakan di bawah bukit, sedikit membantu memecah kesunyian malam.
Mendadak turun hujan gerimis, sehingga mempercepat proses pemadaman api. Warga di desa Dadapan sempat khawatir si jago merah akan memutus jalur pipa air dan mengancam kandang ternak sapi yang banyak berdiri di tengah lahan. Seorang warga Dadapan, Zuber Utsman mengatakan dirinya mengecek langsung kondisi api, semua aset berharga milik penduduk dipastikan selamat. Ia tidak mengetahui apa penyebab kebakaran, bisa jadi karena puntung rokok dibuang sembarangan atau aktivitas pembakaran lahan yang tidak ditunggu sampai selesai, sehingga api meluas.
Zuber Utsman menambahkan sebelumnya kasus kebakaran pegunungan Panggang, pernah terjadi beberapa tahun silam. Musim kemarau diramalkan akan berlangsung hingga akhir bulan November mendatang. Warga perlu mewaspadai peristiwa susulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar